Share

Wawancara khusus Mia Khalifa, mantan bintang film porno: ‘Saya merasa dimanipulasi’

Nama Mia Khalifa identik dengan film porno. Padahal dia hanya terjun ke industri tersebut selama tiga bulan. Namun hingga kini, video-videonya masih menjadi yang terpopuler di sejumlah situs porno.

“Itu keputusan yang saya ambil dengan sadar. Meskipun itu keputusan yang buruk,” kata Mia kepada Stephen Sackur, dalam program bincang BBC, Hardtalk.

Selain itu, Mia mengungkapkan keputusannya menjadi bintang film porno berkaitan dengan kepercayaan diri yang rendah semasa kecil.

“Saya selalu bergulat dengan kelebihan berat badan sejak kecil dan tidak merasa menarik di mata laki-laki. Saat kuliah ketika saya berhasil menurunkan berat badan dan banyak yang tertarik pada saya, saya tidak ingin itu berakhir,” paparnya.

Namun, di industri yang membesarkan namanya, Mia merasa dia dimanipulasi untuk melakukan hal-hal yang tidak dia inginkan.

“Saya merasa dimanipulasi,” ujarnya.

Alasan itu pula yang membuat Mia memutuskan buka suara. Dia ingin membantu perempuan-perempuan lain yang berada dalam kondisi serupa. “Bukan hanya mereka yang terlibat dalam industri film porno, juga bagi yang terjerumus dalam pusaran perdagangan manusia,” tambahnya.

Mia juga berkisah tentang hidup di tengah stigma negatif sebagai ‘mantan aktris film porno’.

“Video-video itu menghancurkan hidup saya,” kata Mia.

Meski demikian, Mia akhirnya dapat menemukan tambatan hatinya, chef dan selebgram Robert Sandberg. Mereka mengumumkan pertunangan di Twitter pada Maret lalu.

Leave a Comment